Kamis, 16 Januari 2014

Resensi Novel He Love Her Till The End


Resensi Novel Berjudul “He Loves Her Till The End”
Judul Novel                : He Loves Her Till The End
Pengarang                  : Monica Petra
 Penerbit                    : PT Gramedia Pustaka Utama
 Tebal Buku                : 200 hlm ; 20 cm
Cetakan pertama      : April 2008
Cetakan kedua           : April 2013
  

Novel ini ditulis oleh Monica Petra. Ia mulai menulis sejak duduk dibangku Sekolah Dasar. Dari tangannya, lahirlah 14 novel. Salah satunya adalah Twin Love for One. Ia ingin semua karyanya bisa menginspirasi banyak orang.
Dalam novel He Loves Her Till The End  menceritakan tentang seorang cewek  SMA bernama Gadis yang sebenarnya malu pacaran dengan Reno, karena cowo itu begitu jadul dan memalukan, suatu pagi Gadis terbangun dari tidurnya bukan karena jam beker ataupun alarm dari HP Gadis melainkan bunyi suara bel sepeda mini Reno, lalu Gadis langsung mempersiapkan diri meskipun agak males-malesan, dia bergegas karena mama dari lantai bawah sudah memanggi-manggil gadis, yah, mau tidak mau Gadis harus turun. Meskipun sebenarnya malas.
Gadis turun dan menemui Reno, dan meminta maaf, bahwa Gadis tidak bisa jalan bareng Reno kesekolah, karena Gadis sudah ada janji dengan Yustian, alangkah baiknya Reno, dia mengizinkan Gadis tanpa mencurigai Gadis sedikitpun, yah, begitulah Gadis, saat muncul Yustian yang keren dan tajir, hati Gadis terbelah dua. Anak basket VS kutu buku, apalagi Yustian bisa mengantar jemput Gadis naik mobil, sementara sepeda mini Reno hanya berganti dengan vespa tua. Tapi suatu hari Yustian mengetahui bahwa Reno pacar gadis, dan yustian menelpon Reno dan bilang bahwa dia akan merebut Gadis dari Reno, dengan perasaan yang sebenarnya sakit .
 Harus Gadis sadari bahwa dia masih memiliki hubungan dengan Reno, walaupun Reno cupu, tetapi reno sudah dikenal baik oleh keluarga Gadis. Dan Reno sangat sabar, ada saat Gadis keterlaluan sekali, dihari ulang tahun Gadis, Gadis malah mengabaikan Reno, Gadis asik berpesta dan merayakan ulang tahunnya bersama Yustian, Vina, Boy, sedangkan dirumah Reno, mba Putri, dan mamanya telah menunggu, padahal Reno baru kembali dari sekolah dalam keadaan perut yang lapar, Reno bersedia menunggu Gadis hingga pulang, kejam sekali Gadis. Sesampainnya dirumah pun Gadis menyuruh Reno untuk makan sendiri, alangkah baikya Reno, dia tidak pernah merasa tersinggung atas sikap gadis yang jelas-jelas telah menyakiti hatinya.
Gadis bertemu dengan Reno dikantin sekolah Gadis, ternyata Reno menitipkan makan yang keluarganya bikin, dan meluaskan jaringannya sampai ke kantin sekolah Gadis, Ternyata sampai detik ini Vina belum tau kalau mereka berpacaran.
Situasi pun membuat Gadis pasrah apabila Reno memberitahukan Vina, tetapi belum sempat Reno mengatakan tangan Reno digenggam oleh Yustian lalu diseret kedepan pagar. Suatu hari Reno nekat menghampiri Gadis kekelasnya dan memberikan kue kepada Gadis dan teman-temannya, yah pasti lah Gadis diejek oleh teman-temannya apalagi Kartika, karena tak tahan denganperilakuan teman-temannya Gadis menarik Reno duduk ditaman, karena sudah tidak tahan Gadis menahan perasaan yang dia rasakan, Gadis akhirnya mengatakan kalau ia ingin mengakhiri hubungan mereka, Reno hanya bisa diam dan menerima keputusan Gadis.
Tibalah hari valentine, Yustian dan Gadis pun tak ketinggalan untuk nmerayakan hari itu, tetapi siapa sangka Yustian meminta hal yang tidak disangka oleh Gadis, lalu Gadis memutuskan untuk langsung pulang tanpa izin dengan Yustian, setelah berhari-hari lewat dari kejadian hari valentine tersebut. Gadis memergoki Yustian jalan bersama cewe lain. Betapa kalutnya Gadis, lalu ia menghampiri Yustian dan mendaratkan tamparan ke muka Yustian.
Gadis menyesal telah mutusin Reno, dan lebih memilih Yustian yang jelas-jelas manfaatin Gadis.  Akhirnya sekarang Gadis menjadi cewe yang “PlayGirl”
Novel ini memiliki kelebihan diantarannya, tata bahasanya mudah dipahami, tidak rumit, dan dapat membuat kita terhanyut kedalam cerita tersebut.
Disamping memiliki kelebihan, novel ini juga memiliki kekurangan, yaitu alur ceritanya rumit, tidak cocok dengan judulnya, kertasnya jelek seperti kertas koran, dan ceritanya tidak cocok dengan judul novel tersebut.
Menurut saya, novel ini sangat menarik untuk dibaca oleh kalangan anak remaja, karena ceritanya membuat kita lebih enjoy. Tetapi ada juga yang bikin rumit dan bingung, jadi kalau, misalnya ingin mengerti dengan alur ceritanya, tidak bisa dibaca 1kali, harus dibaca berulang-ulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar