Resensi Novel Berjudul “He Loves Her Till
The End”
|
Judul Novel : He Loves Her Till The End
Pengarang : Monica Petra
Penerbit :
PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku :
200 hlm ; 20 cm
Cetakan
pertama : April 2008
Cetakan
kedua : April 2013
|
Novel ini ditulis oleh Monica Petra.
Ia mulai menulis sejak duduk dibangku Sekolah Dasar. Dari tangannya, lahirlah
14 novel. Salah satunya adalah Twin Love for One. Ia ingin semua karyanya bisa
menginspirasi banyak orang.
Dalam novel He Loves Her Till The End
menceritakan tentang seorang cewek SMA bernama Gadis yang sebenarnya malu
pacaran dengan Reno, karena cowo itu begitu jadul dan memalukan, suatu pagi
Gadis terbangun dari tidurnya bukan karena jam beker ataupun alarm dari HP
Gadis melainkan bunyi suara bel sepeda mini Reno, lalu Gadis langsung
mempersiapkan diri meskipun agak males-malesan, dia bergegas karena mama dari
lantai bawah sudah memanggi-manggil gadis, yah, mau tidak mau Gadis harus
turun. Meskipun sebenarnya malas.
Gadis turun dan menemui Reno, dan
meminta maaf, bahwa Gadis tidak bisa jalan bareng Reno kesekolah, karena Gadis
sudah ada janji dengan Yustian, alangkah baiknya Reno, dia mengizinkan Gadis
tanpa mencurigai Gadis sedikitpun, yah, begitulah Gadis, saat muncul Yustian
yang keren dan tajir, hati Gadis terbelah dua. Anak basket VS kutu buku,
apalagi Yustian bisa mengantar jemput Gadis naik mobil, sementara sepeda mini Reno
hanya berganti dengan vespa tua. Tapi suatu hari Yustian mengetahui bahwa Reno
pacar gadis, dan yustian menelpon Reno dan bilang bahwa dia akan merebut Gadis
dari Reno, dengan perasaan yang sebenarnya sakit .
Harus Gadis sadari bahwa dia masih memiliki
hubungan dengan Reno, walaupun Reno cupu, tetapi reno sudah dikenal baik oleh
keluarga Gadis. Dan Reno sangat sabar, ada saat Gadis keterlaluan sekali,
dihari ulang tahun Gadis, Gadis malah mengabaikan Reno, Gadis asik berpesta dan
merayakan ulang tahunnya bersama Yustian, Vina, Boy, sedangkan dirumah Reno,
mba Putri, dan mamanya telah menunggu, padahal Reno baru kembali dari sekolah
dalam keadaan perut yang lapar, Reno bersedia menunggu Gadis hingga pulang,
kejam sekali Gadis. Sesampainnya dirumah pun Gadis menyuruh Reno untuk makan
sendiri, alangkah baikya Reno, dia tidak pernah merasa tersinggung atas sikap
gadis yang jelas-jelas telah menyakiti hatinya.
Gadis bertemu dengan Reno dikantin
sekolah Gadis, ternyata Reno menitipkan makan yang keluarganya bikin, dan
meluaskan jaringannya sampai ke kantin sekolah Gadis, Ternyata sampai detik ini
Vina belum tau kalau mereka berpacaran.
Situasi pun membuat Gadis pasrah
apabila Reno memberitahukan Vina, tetapi belum sempat Reno mengatakan tangan
Reno digenggam oleh Yustian lalu diseret kedepan pagar. Suatu hari Reno nekat
menghampiri Gadis kekelasnya dan memberikan kue kepada Gadis dan
teman-temannya, yah pasti lah Gadis diejek oleh teman-temannya apalagi Kartika,
karena tak tahan denganperilakuan teman-temannya Gadis menarik Reno duduk
ditaman, karena sudah tidak tahan Gadis menahan perasaan yang dia rasakan,
Gadis akhirnya mengatakan kalau ia ingin mengakhiri hubungan mereka, Reno hanya
bisa diam dan menerima keputusan Gadis.
Tibalah hari valentine, Yustian dan
Gadis pun tak ketinggalan untuk nmerayakan hari itu, tetapi siapa sangka
Yustian meminta hal yang tidak disangka oleh Gadis, lalu Gadis memutuskan untuk
langsung pulang tanpa izin dengan Yustian, setelah berhari-hari lewat dari
kejadian hari valentine tersebut. Gadis memergoki Yustian jalan bersama cewe
lain. Betapa kalutnya Gadis, lalu ia menghampiri Yustian dan mendaratkan
tamparan ke muka Yustian.
Gadis menyesal telah mutusin Reno,
dan lebih memilih Yustian yang jelas-jelas manfaatin Gadis. Akhirnya sekarang Gadis menjadi cewe yang
“PlayGirl”
Novel ini memiliki kelebihan
diantarannya, tata bahasanya mudah dipahami, tidak rumit, dan dapat membuat
kita terhanyut kedalam cerita tersebut.
Disamping memiliki kelebihan, novel
ini juga memiliki kekurangan, yaitu alur ceritanya rumit, tidak cocok dengan
judulnya, kertasnya jelek seperti kertas koran, dan ceritanya tidak cocok
dengan judul novel tersebut.
Menurut saya, novel ini sangat menarik untuk dibaca
oleh kalangan anak remaja, karena ceritanya membuat kita lebih enjoy. Tetapi
ada juga yang bikin rumit dan bingung, jadi kalau, misalnya ingin mengerti
dengan alur ceritanya, tidak bisa dibaca 1kali, harus dibaca berulang-ulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar