Jumat, 10 Januari 2014

Cerpen


Sulit Melupakanmu
          Namaku Deby Tesya Ramadhani, biasa dipanggil Deby. Sekarang aku kelas IX di  SMPN 179 Jakarta Timur. Berbicara tentang cinta, awalnya aku tidak mengerti apa itu cinta. Aku baru tau arti cinta waktu di kelas VIII.
          Cinta itu datang waktu aku kelas VIII. Aku jatuh cinta ke dia, sejak pertama kali bertemu. Dia itu adalah Rey. Menurutku orangnya tidak tampan, bertubuh tinggi, bahkan menyebalkan. Tapi dia itu baik, baik banget. Sifat itulah yang bikin aku menyukai dia.
          Aku sempat cerita ke sahabatku Alma tentang Rey dan dia hanya tertawa saat aku curhat ke dia.
                                  ****
“ Alma, menurut mu, Rey itu gimana sih ?” tanyaku.
“ Rey? Menyebalkan. “ jawab Alma.
“ Ihhhh... Aku serius, dia itu orang yang bagaimana ?” tanyaku.
“ Gimana ya ?? Hmmm.. kamu suka ya sama Rey? Sudah jujur saja padaku                 Deb.” tanya Alma.
“ Hiiiih. Sotau kamu Al .” jawabku
          Percuma saja aku tanya kepada Alma, pasti jawabannya itu-itu saja, sampai aku bosan mendengarnya. Sebenarnya aku memang menyukai dia. Aku sebenarnya ingin cerita ke Alma tentang perasaan ku, tapi mungkin ini bukan saat yang tepat.
          Perasaan itu tidak hilang ke Rey, ketika dia duduk di depan ku. Semakin lama aku dan dia semakin dekat, dan perasaan itu tidak hilang, melainkan bertambah.
Pelajaran Matematika pun di mulai, dan bagiku pelajaran itu bikin bete, bosen, dan menyebalkan. Aku kaget ketika Rey meminta diajari salah satu materi yang ia tidak mengerti dan aku seneng banget.
                                      ****
“ Eh Deb, lu ngerti gak ? ini tuh gimana caranya ? tanya Rey.
“ Ngerti lah, ini tuh tinggal lu masukin aja rumusnya, masa gitu doang gak ngerti sih? “ jawabku.
“ Oh gitu sip deh. Makasih ya. “ jawab rey.
“ Iya. Sama-sama” jawabku
          Omaygattttttttttt menurutku itu adalah hal yang paling tidak aku bisa lupakan, dia tanya padaku, dan kita berdua saling menatap mata. Dan dan ?? pada saat itu aku senang dan senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Hihi maklum lah...
          Semakin lama, kita semakin dekat, sering ngobrol bareng, mungkin di jejaring sosial juga. Berarti respond baik. Dan aku mengungkapkan perasaan rasa senang ku  ke Alma, tapi justru wajah dia malah flat. Aku juga bingung sebenarnya dia itu kenapa? Apa salah, aku ungkapkan rasa senang ku ke Alma ?”
          Bel pergantian pelajaran pun berbunyi, tapi guru pun tak kunjung datang, dan tidak ada tugas. Berarti ini Freeclass. Siapa sih yang gak seneng kalau jam Freeclass?? Aku saja senang sekali kalau ada jam itu Hehehe. “ Berhubung free class gimana kalau kita main ToD ??” Tanyaku. “ Setujuuuuu Deb. Yuk mulai”.
          Bermain ToD, aku dan teman-teman biasa menggunakan botol plastik dan diputar, dan ternyata yang dapat Alma.
                                ****
“ Hiyaaaa Alma”. seru teman-teman
“ Haha... Truth or Dare ??”. Tanyaku
“ Truth (T) “ Jawab Alma
“ Hmmm oke, truth. Dikelas, siapa orang yang kamu suka ?. Tanyaku
“ Duuh siapa ? oke-oke orang yang gue suka Rey.” Jawab Alma
“ Hah?? Seriuss Ohh cieee Alma” kataku.
“ Iya serius, tapi kalian jangan kasih tau yang lain “ kata Alma
          Ketika aku mengetahui bahwa Alma menyukai Rey, orang yang aku juga sukai, Jlebbbb.. kaget, perasaan itu ngenes, sakit hati, berasa hati udah di patahin. Mencoba move on dari Rey, tapi gak bisa, yang ada perasaan itu malah bertambah. Tetapi, kenapa gak dari awal saja Alma cerita ke aku kalau dia suka sama Rey?? Bahkan aku sahabat sendirinya tidak mengetahui, itupun aku tahu dari permainan ToD. Kesal sih iya kesal, tapi Alma itu Sahabatku, dan tidak mungkin aku mengahancurkan persahabatan kami Cuma gara-gara cinta. Memang ya cinta bisa bikin sakit hati saja. Ah! Gue benciiiii
          Keesokan harinya aku mencoba tegar, dan bersikap seperti biasa, namun sekarang aku diam dan diam. Waktu Rey mencoba untuk jahil padaku, aku biasanya senang tapi ini tidak, yang ada aku kesal. Dan aku keluar minta izin ke toilet, tapi aku gak ke toilet, melainkan nangis di toilet.
                                            ****      
“ Debbbb... “ kata Rey sambil menggerak-gerakan mejaku, dan membuat tulisanku ke coret.
“ Lu ngapain sih, jahil banget. Rese lo! Kataku sambil keluar dan izin ke toilet.
“ Wahyoo Rey, Adis kenapa tuh ? pasti marah gara-gara lu. “ kata Alma
“ Dah, mana gue tau, gue kira gak marah, tapi dia gak biasanya kayak gini. “ jawab Rey
          Aku gatau lagi harus gimana. Mau move on susah, kalau gue jujur malah nyakitin perasaan Alma, ya tuhannnnn aku bingung, gimana mau move on, tiap hari aja dia gangguin aku, ngobrol bareng, bahkan setiap bikin kelompok, aku selalu sekelompok sama Rey. Ga enaknya suka sama orang yang sama gini nih, serba salah. Dan kalau mau move on juga sulit. Nasib nasib.
          Ke esokan harinya, aku mendengar kabar dari salah satu temanku, kalau Rey juga suka padaku, aku sempat tidak pecaya, dan temanku menjelaskan kalau Rey memang benar menyukai ku, terlihat dari sikap yang selama ini ia tunjukan padaku. Tapi aku tidak tahu kalau dia menyukai ku. Apa aku yang tidak peka? Tapi disisi lain aku juga senang karna cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan.
                              ****
“ Eh debdebdeb, tau gak masa katanya Rey suka sama lu”
“ HAHHHH?? Yang bener ?” tanyaku
“ Iya beneran deh, keliatan ya dari tatapan matanya”
“ Masa sih ?? gue aja gak tau.” Jawabku
“ Yehh.. mangkanya peka dong sama perasaan orang “
“ Hikssss.. hahaha.” jawabku.
          Pulang sekolah rencana nya, aku dan kelompok ku, ingin kerja kelompok senam, dan berkumpul di Kresek, dan kebetulan Rey tidak membawa motor, tetapi motor yang kosong hanya motor Alma saja, dan otomatis Rey goncengan berdua dengan Alma.
                               ****
“ Eh gue gak bisa motor gigi, bisanya methic” kata Rey
“ Debbb.. itu kode banget “ bisik salsa
“ Terus ? yaudahlah Rey, bisain ajalah, deket ini rumahnya salsa” kataku.
“ Yaelahh.. yaudah dah” kata Rey
Pada saat itu aku nyesek banget, gara-gara mereka berdua. Tapi Rey bilang kalau dia tidak bisa mengendarai motor gigi, dia bisa nya motor methic, dan kebetulan motorku methic. Apakah itu kode ?? ya tuhannnnn.. aku tidak tahu, aku bingung. Aku tau pada saat itu Alma senang, terlihat dari ekspresi wajahnya, maklum lah Alma kan suka sama Rey, trus nanti goncengan lagi. Pasti senang deh.
Waktu dirumah Salsa, aku sudah tidak konsen lagi, mengingat kejadian tadi. Perasaan ku udah campur aduk, nyesek, pokoknya banyak deh. Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan lupakan kejadian yang tadi.
Pada esoknya aku mencoba bertanya ke Rey tentang kejadian kemarin, dan ngeledekin Rey. Tetapi Rey malah mukanya langsung flat. Salah lagi kannn-.-
                                       ****
“ Cieee Rey kemarin yang goncengan sama Alma” kataku
“ Dih apaan sih gajelas banget sih lu “ Jawab Rey
          Pelajaran IPA dimulai, dan suruh membikin 9 kelompok, dan satu kelompok 4 orang, dan kebetulan aku sekelompok lagi dengan Rey. Aku sekelompok lagi sama Rey, Ada bete nya, ada senangnya.
                                       ****
“ Ish bosen gue sekelompok lagi sama lu lagi lu lagi“ kata Rey
“ Heh! Lu pikir gue gak bosen? Bosen kali” jawabku
“ Apaan sih Deb apaan?? “ kata Rey
“ Apaan sih Rey dasar manusia gajelas lu “ kataku
“ Emang iya? Masalah ?? jawab Rey
“ Ihhhh!! Nyebelin banget lu. “ kataku.
          Bel istirahat berbunyi aku dan Alma jajan ke kantin, dan pada saat kembali ke kelas, tiba-tiba gak sengaja Alma baca buku Diary ku, spechless aku kaget, dan berusaha bohong pada perasaan ku sendiri, kalau aku sebenarnya suka sama Rey.
                                ****
“ Debbb, kamu suka sama Rey ?” tanya Alma
“ Engga, kata siapa ??” jawabku
“ Ini, kata buku diary kamu. “ jawab Alma
“ Ah, itu salah kali, itu aku lagi ngiggo kali” kataku
  “Maafin aku Al, aku bohongi kamu, kalau sebenarnya aku suka sama Rey. Sebab aku tidak mau hati kamu terluka Cuma gara-gara hal ini. Aku tidak bermaksud seperti ini. Maafin aku Al maafin.” (kataku dalam hati)
          Besok adalah hari kenaikan kelas. Dan mungkin aku tidak sekelas lagi dengan Rey. Dan kebetulan aku dapat kelas IX-G, Alma dikelas IX-C, dan Rey dikelas IX-B. Kami semua misah dan tidak sekelas lagi.
           Sekarang aku sudah kelas IX. Dan tetap saja aku belum bisa move on dari Rey. Memang sulit ya, kalau cinta pertama. Jam istirahat aku main ke kelasnya Alma, dan bercerita yang sebenarnya kalau aku suka sama Rey.
                                     ****
“ Heyyyy Al.. aaa aku kangen kamu “ kataku
“ Heyyyyyyyyy Deb, aku juga kangen sama kamu “ kata Alma
“ Ohiya aku mau jujur nih sama kamu” kataku
“ Jujur apa ?? “ kata Alma
“ Jujur.. kalau sebenarnya aku suka sama Rey”  jawabku
“ Tuh kan benarrr... apa aku bilang, berarti yang di diary kamu benar kan ??” kata Alma
“ Iya Al maafkan aku, aku suka dengan orang yang kamu suka. Kalau kamu mau marah gapapa kok Al.” Kataku
“ Iya Deb gapapa kok, aku tidak marah. Lagi pula aku juga sudah tidak suka dengan Rey, tetapi dengan anak IX-H.” Kata Alma
“ Oh syukurlah...  Hah?? Siapa orang yang kamu suka di kelas IX-H itu ?? “ tanyaku
“ Siapa ya?? Oke namanya Surya” jelas Alma
“ Hah?? Serius?? Cie cie,  ceritanya kamu move on ke Surya nih ?? tanyaku
“ Iya, ohiya kamu masih suka dengan Rey ?? tanya Alma
“ Iya masih Al, bahkan sampai sekarang aku belum bisa move on dari dia” jawabku
“ Hahaha kasihan yang Gagal Move On, aku janji deh gak bakalan suka sama Rey lagi. “kata Alma
“ Hehehe okedeh, aku ke kelas dulu ya, bye.. “ kataku
“byeee muahh...” jawab Alma
          Akhirnya aku sudah cerita tentang perasaanku sebenarnya ke Alma, lega deh. Keesokan harinya aku bertemu dengan Rey, saat aku hendak ke Kantin. Dan kami saling senyum, entah kenapa saat aku ingin melupakan Rey perasaan itu tidak bisa hilang, dan aku tidak tau lagi gimana cara move on dari Rey.
          Jam istirahat pun telah habis,dan akan melaksanakan belajar seperti biasa, tetapi kelasku berbeda, karna jam pelajaran dikelas kami tidak ada gurunya free class, dan aku bercerita tentang Rey ke Novta, Nisrina, Gilang, dan Anjas.
                                ****
“ Eh iya, gimana  kalau kita cerita-cerita tentang orang yang kita suka?” kata Novta
“ Ah ngapain, lu aja” jelas Gilang
“ Tuh Anjas kali mau cerita tentang pacarnya” kata Nisrina
“ Gak ah, malu gua” kata Anjas
“ Gue mau cerita nih tentang anak IX-B, gue gak bisa move on masa” Kataku
“ Emang siapa sih orangnya ? tanya Anjas
“ Pokoknya lu kenal dah njas “ jawab Nisrina
“ Iya orang lu satu sd kok” kataku
“ Iya apa ??” tanya Anjas
“ Udalah siapa namanya ??” Tanya Gilang
“ Namanya Rey” jawabku
“ Ohitu, kalau Rey mah tau” kata Anjas
“ Iya tapi lu jangan bilang siapa-siapa ya, ah jadi malu kan gue” jawabku
Keesokan harinya sepulang MMQ, Aku, Alma, Tika, Dara, dan Rima, bermain kerumah Dara, untuk menghilangkan rasa jenuh. Sesampai disana tiba-tiba Alma ngebajak handphone ku, dan Blackberry Messenger (BBM) ke Rey. Alma bilang kalau sebenarnya aku suka pada Rey, tetapi Rey justru membuat aku sakit hati. Dan Alma sempat marah kepada Rey, tetapi kata Rey itu hanya bercanda. Ada yang lebih sakit hati, ketika Alma dan Rey BBMan. Alma bilang BBM Rey tidak penting dan tidak ingin membalas, tetapi ketika aku meminjam handphone Alma dan membuka BBM nya, ternyata Alma bohong padaku, mereka malah asik BBMan. Dari situ aku kesel, dan geram, aku gak habis pikir Alma tega sekali padaku, padahal aku kan sahabatnya. Aku pokoknya udah bete lah, dan aku memutuskan untuk pulang dengan fake smile. Dan Alma heran dengan ku.
        ****
“ Smile Deb Smile, tuh kan kamu marah ya padaku, aku merasa bersalah padamu, maafin ya. Lagi pula kata Rey, dia itu hanya bercanda kok” jelas Alma.
“ Hmm, iya kali taudeh” jawabku dengan perasaan kesal
“ Ah tuh kan kamu marah, aku jadi merasa bersalah kan” kata Alma
“ Udahlah itu bukan salahmu kok” jelasku
“ Duhh emang ya tuh si Rey, minta di Tampar!” kata Alma
Keesokan harinya, aku bertemu dengan Dara disekolah, ia ternyata tau dengan masalah ku kemarin, dan ia tau masalah itu dari sahabatku Alma. Padahal aku mencoba untuk melupakan masalah kemarin dengan Rey, eh malah diinget kembali, dan tega sekali Alma menceritakan masalahku ke Dara.
                                  ****
“ Hey Deb, Rey tega banget ya sama kamu” kata Dara
“ Hah? Kamu tau masalah itu? Dari siapa ? “ tanyaku dan membuatku kaget
“ Dari Alma” jelas Dara
“ Dari Alma? Serius? Kok dia tega sih ngasih tau masalah buruk ku ke kamu. Terus yang tau siapa aja?” tanyaku
“ Gatau ya Deb, tapi yang tau sih aku saja” jawab Dara
“ Serius? Yaampun kok Alma tega ya ngasih tau hal itu padamu?” tanyaku
“ Gatau deh Deb, yaudah deh aku duluan ya” kata Dara
“ Iya oke” jawabku
Aku tidak habis pikir, tega ya Alma memberitahu hal itu ke Dara. Seharusnya hanya dia saja yang tahu, dan gak sampai semua orang tahu. Malemnya aku BBM Alma dengan perasaan kesal dan geram
      ******
“ Eh Al, kenapa kamu tega kasih tau hal tadi. Emang perlu ya Dara tau hal itu? Kenapa gak sekalian saja semua orang tau? tega kamu Al, aku benci sama kamu Al !” Jelasku di BMM
>>> Tidak lama kemudian Alma membalas <<<
          “ Deb aku tidak bermaksud seperti itu, aku tau kamu pasti marah padaku, kalau kamu marah gapapa marah saja. Aku minta maaf padamu Dis. Allah saja maha pengampun, masa kamu tidak sih? Please lah maafin aku”  jawab Alma
          “ Tetapi kenapa kamu tega sih Al? Aku bingung sama kamu. Tujuan kamu memberitahu hal itu ke Dara apasih? “ tanyaku
          “ Aku tidak ada tujuan apa-apa Deb, Deb maafin aku Dis. Aku tahu aku salah, please lah maafin aku” jawab Alma
          “ Hmm. Iya aku maafin kamu Al” jelasku
          “ yeyy.. makasih ya Deb makasih...” kata Alma
          “ Iya Al sama-sama” jawabku
Akhirnya semua masalah itu pun telah selesai. Besoknya disekolah aku bertemu dengan Alma, dan kami saling senyum, dan masalah itu pun telah selesai. Tetapi sampai  saat ini, aku belum bisa melupakan Rey dari pikiranku, aku bingung kenapa aku belum bisa melupakan dia? tetapi, sudahlah biarkan perasaan itu hilang dengan sendirinya, dan intinya sampai saat ini aku Sulit Melupakanmu.
  -TAMAT-

1 komentar: