Sulit
Melupakanmu
Namaku
Deby Tesya Ramadhani, biasa dipanggil Deby. Sekarang aku kelas IX di SMPN 179 Jakarta Timur. Berbicara tentang
cinta, awalnya aku tidak mengerti apa itu cinta. Aku baru tau arti cinta waktu
di kelas VIII.
Cinta
itu datang waktu aku kelas VIII. Aku jatuh cinta ke dia, sejak pertama kali
bertemu. Dia itu adalah Rey. Menurutku orangnya tidak tampan, bertubuh tinggi,
bahkan menyebalkan. Tapi dia itu baik, baik banget. Sifat itulah yang bikin aku
menyukai dia.
Aku
sempat cerita ke sahabatku Alma tentang Rey dan dia hanya tertawa saat aku
curhat ke dia.
****
“ Alma, menurut mu, Rey
itu gimana sih ?” tanyaku.
“ Rey? Menyebalkan. “
jawab Alma.
“ Ihhhh... Aku serius,
dia itu orang yang bagaimana ?” tanyaku.
“ Gimana ya ?? Hmmm..
kamu suka ya sama Rey? Sudah jujur saja padaku
Deb.” tanya Alma.
“ Hiiiih. Sotau kamu Al
.” jawabku
Percuma
saja aku tanya kepada Alma, pasti jawabannya itu-itu saja, sampai aku bosan
mendengarnya. Sebenarnya aku memang menyukai dia. Aku sebenarnya ingin cerita
ke Alma tentang perasaan ku, tapi mungkin ini bukan saat yang tepat.
Perasaan
itu tidak hilang ke Rey, ketika dia duduk di depan ku. Semakin lama aku dan dia
semakin dekat, dan perasaan itu tidak hilang, melainkan bertambah.
Pelajaran Matematika pun
di mulai, dan bagiku pelajaran itu bikin bete, bosen, dan menyebalkan. Aku
kaget ketika Rey meminta diajari salah satu materi yang ia tidak mengerti dan
aku seneng banget.
****
“ Eh Deb, lu ngerti gak ?
ini tuh gimana caranya ? tanya Rey.
“ Ngerti lah, ini tuh
tinggal lu masukin aja rumusnya, masa gitu doang gak ngerti sih? “ jawabku.
“ Oh gitu sip deh.
Makasih ya. “ jawab rey.
“ Iya. Sama-sama” jawabku
Omaygattttttttttt
menurutku itu adalah hal yang paling tidak aku bisa lupakan, dia tanya padaku,
dan kita berdua saling menatap mata. Dan dan ?? pada saat itu aku senang dan
senyum-senyum sendiri seperti orang gila. Hihi maklum lah...
Semakin
lama, kita semakin dekat, sering ngobrol bareng, mungkin di jejaring sosial
juga. Berarti respond baik. Dan aku mengungkapkan perasaan rasa senang ku ke Alma, tapi justru wajah dia malah flat. Aku
juga bingung sebenarnya dia itu kenapa? Apa salah, aku ungkapkan rasa senang ku
ke Alma ?”
Bel
pergantian pelajaran pun berbunyi, tapi guru pun tak kunjung datang, dan tidak
ada tugas. Berarti ini Freeclass. Siapa sih yang gak seneng kalau jam
Freeclass?? Aku saja senang sekali kalau ada jam itu Hehehe. “ Berhubung free
class gimana kalau kita main ToD ??” Tanyaku. “ Setujuuuuu Deb. Yuk mulai”.
Bermain
ToD, aku dan teman-teman biasa menggunakan botol plastik dan diputar, dan
ternyata yang dapat Alma.
****
“ Hiyaaaa Alma”. seru
teman-teman
“ Haha... Truth or Dare
??”. Tanyaku
“ Truth (T) “ Jawab Alma
“ Hmmm oke, truth. Dikelas,
siapa orang yang kamu suka ?. Tanyaku
“ Duuh siapa ? oke-oke
orang yang gue suka Rey.” Jawab Alma
“ Hah?? Seriuss Ohh cieee
Alma” kataku.
“ Iya serius, tapi kalian
jangan kasih tau yang lain “ kata Alma
Ketika
aku mengetahui bahwa Alma menyukai Rey, orang yang aku juga sukai, Jlebbbb..
kaget, perasaan itu ngenes, sakit hati, berasa hati udah di patahin. Mencoba
move on dari Rey, tapi gak bisa, yang ada perasaan itu malah bertambah. Tetapi,
kenapa gak dari awal saja Alma cerita ke aku kalau dia suka sama Rey?? Bahkan
aku sahabat sendirinya tidak mengetahui, itupun aku tahu dari permainan ToD.
Kesal sih iya kesal, tapi Alma itu Sahabatku, dan tidak mungkin aku
mengahancurkan persahabatan kami Cuma gara-gara cinta. Memang ya cinta bisa
bikin sakit hati saja. Ah! Gue benciiiii
Keesokan
harinya aku mencoba tegar, dan bersikap seperti biasa, namun sekarang aku diam
dan diam. Waktu Rey mencoba untuk jahil padaku, aku biasanya senang tapi ini
tidak, yang ada aku kesal. Dan aku keluar minta izin ke toilet, tapi aku gak ke
toilet, melainkan nangis di toilet.
****
“ Debbbb... “ kata Rey sambil
menggerak-gerakan mejaku, dan membuat tulisanku ke coret.
“ Lu ngapain sih, jahil
banget. Rese lo! Kataku sambil keluar dan izin ke toilet.
“ Wahyoo Rey, Adis kenapa
tuh ? pasti marah gara-gara lu. “ kata Alma
“ Dah, mana gue tau, gue
kira gak marah, tapi dia gak biasanya kayak gini. “ jawab Rey
Aku
gatau lagi harus gimana. Mau move on susah, kalau gue jujur malah nyakitin
perasaan Alma, ya tuhannnnn aku bingung, gimana mau move on, tiap hari aja dia
gangguin aku, ngobrol bareng, bahkan setiap bikin kelompok, aku selalu
sekelompok sama Rey. Ga enaknya suka sama orang yang sama gini nih, serba
salah. Dan kalau mau move on juga sulit. Nasib nasib.
Ke
esokan harinya, aku mendengar kabar dari salah satu temanku, kalau Rey juga
suka padaku, aku sempat tidak pecaya, dan temanku menjelaskan kalau Rey memang
benar menyukai ku, terlihat dari sikap yang selama ini ia tunjukan padaku. Tapi
aku tidak tahu kalau dia menyukai ku. Apa aku yang tidak peka? Tapi disisi lain
aku juga senang karna cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan.
****
“ Eh debdebdeb, tau gak
masa katanya Rey suka sama lu”
“ HAHHHH?? Yang bener ?” tanyaku
“ Iya beneran deh,
keliatan ya dari tatapan matanya”
“ Masa sih ?? gue aja gak
tau.” Jawabku
“ Yehh.. mangkanya peka
dong sama perasaan orang “
“ Hikssss.. hahaha.” jawabku.
Pulang
sekolah rencana nya, aku dan kelompok ku, ingin kerja kelompok senam, dan
berkumpul di Kresek, dan kebetulan Rey tidak membawa motor, tetapi motor yang
kosong hanya motor Alma saja, dan otomatis Rey goncengan berdua dengan Alma.
****
“ Eh gue gak bisa motor
gigi, bisanya methic” kata Rey
“ Debbb.. itu kode banget
“ bisik salsa
“ Terus ? yaudahlah Rey,
bisain ajalah, deket ini rumahnya salsa” kataku.
“ Yaelahh.. yaudah dah”
kata Rey
Pada saat itu aku nyesek
banget, gara-gara mereka berdua. Tapi Rey bilang kalau dia tidak bisa
mengendarai motor gigi, dia bisa nya motor methic, dan kebetulan motorku
methic. Apakah itu kode ?? ya tuhannnnn.. aku tidak tahu, aku bingung. Aku tau
pada saat itu Alma senang, terlihat dari ekspresi wajahnya, maklum lah Alma kan
suka sama Rey, trus nanti goncengan lagi. Pasti senang deh.
Waktu dirumah Salsa, aku
sudah tidak konsen lagi, mengingat kejadian tadi. Perasaan ku udah campur aduk,
nyesek, pokoknya banyak deh. Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan
lupakan kejadian yang tadi.
Pada esoknya aku mencoba
bertanya ke Rey tentang kejadian kemarin, dan ngeledekin Rey. Tetapi Rey malah
mukanya langsung flat. Salah lagi kannn-.-
****
“ Cieee Rey kemarin yang
goncengan sama Alma” kataku
“ Dih apaan sih gajelas
banget sih lu “ Jawab Rey
Pelajaran
IPA dimulai, dan suruh membikin 9 kelompok, dan satu kelompok 4 orang, dan
kebetulan aku sekelompok lagi dengan Rey. Aku sekelompok lagi sama Rey, Ada
bete nya, ada senangnya.
****
“ Ish bosen gue
sekelompok lagi sama lu lagi lu lagi“ kata Rey
“ Heh! Lu pikir gue gak
bosen? Bosen kali” jawabku
“ Apaan sih Deb apaan?? “
kata Rey
“ Apaan sih Rey dasar
manusia gajelas lu “ kataku
“ Emang iya? Masalah ??
jawab Rey
“ Ihhhh!! Nyebelin banget
lu. “ kataku.
Bel
istirahat berbunyi aku dan Alma jajan ke kantin, dan pada saat kembali ke
kelas, tiba-tiba gak sengaja Alma baca buku Diary ku, spechless aku kaget, dan
berusaha bohong pada perasaan ku sendiri, kalau aku sebenarnya suka sama Rey.
****
“ Debbb, kamu suka sama
Rey ?” tanya Alma
“ Engga, kata siapa ??”
jawabku
“ Ini, kata buku diary
kamu. “ jawab Alma
“ Ah, itu salah kali, itu
aku lagi ngiggo kali” kataku
“Maafin aku Al, aku bohongi kamu, kalau sebenarnya aku suka sama Rey.
Sebab aku tidak mau hati kamu terluka Cuma gara-gara hal ini. Aku tidak
bermaksud seperti ini. Maafin aku Al maafin.” (kataku dalam hati)
Besok
adalah hari kenaikan kelas. Dan mungkin aku tidak sekelas lagi dengan Rey. Dan
kebetulan aku dapat kelas IX-G, Alma dikelas IX-C, dan Rey dikelas IX-B. Kami
semua misah dan tidak sekelas lagi.
Sekarang aku sudah kelas IX. Dan tetap saja
aku belum bisa move on dari Rey. Memang sulit ya, kalau cinta pertama. Jam
istirahat aku main ke kelasnya Alma, dan bercerita yang sebenarnya kalau aku
suka sama Rey.
****
“ Heyyyy Al.. aaa aku
kangen kamu “ kataku
“ Heyyyyyyyyy Deb, aku
juga kangen sama kamu “ kata Alma
“ Ohiya aku mau jujur nih
sama kamu” kataku
“ Jujur apa ?? “ kata
Alma
“ Jujur.. kalau
sebenarnya aku suka sama Rey” jawabku
“ Tuh kan benarrr... apa
aku bilang, berarti yang di diary kamu benar kan ??” kata Alma
“ Iya Al maafkan aku, aku
suka dengan orang yang kamu suka. Kalau kamu mau marah gapapa kok Al.” Kataku
“ Iya Deb gapapa kok, aku
tidak marah. Lagi pula aku juga sudah tidak suka dengan Rey, tetapi dengan anak
IX-H.” Kata Alma
“ Oh syukurlah... Hah?? Siapa orang yang kamu suka di kelas
IX-H itu ?? “ tanyaku
“ Siapa ya?? Oke namanya
Surya” jelas Alma
“ Hah?? Serius?? Cie
cie, ceritanya kamu move on ke Surya nih
?? tanyaku
“ Iya, ohiya kamu masih
suka dengan Rey ?? tanya Alma
“ Iya masih Al, bahkan
sampai sekarang aku belum bisa move on dari dia” jawabku
“ Hahaha kasihan yang
Gagal Move On, aku janji deh gak bakalan suka sama Rey lagi. “kata Alma
“ Hehehe okedeh, aku ke
kelas dulu ya, bye.. “ kataku
“byeee muahh...” jawab
Alma
Akhirnya
aku sudah cerita tentang perasaanku sebenarnya ke Alma, lega deh. Keesokan
harinya aku bertemu dengan Rey, saat aku hendak ke Kantin. Dan kami saling
senyum, entah kenapa saat aku ingin melupakan Rey perasaan itu tidak bisa
hilang, dan aku tidak tau lagi gimana cara move on dari Rey.
Jam
istirahat pun telah habis,dan akan melaksanakan belajar seperti biasa, tetapi
kelasku berbeda, karna jam pelajaran dikelas kami tidak ada gurunya free class,
dan aku bercerita tentang Rey ke Novta, Nisrina, Gilang, dan Anjas.
****
“ Eh iya, gimana kalau kita cerita-cerita tentang orang yang
kita suka?” kata Novta
“ Ah ngapain, lu aja”
jelas Gilang
“ Tuh Anjas kali mau
cerita tentang pacarnya” kata Nisrina
“ Gak ah, malu gua” kata
Anjas
“ Gue mau cerita nih
tentang anak IX-B, gue gak bisa move on masa” Kataku
“ Emang siapa sih
orangnya ? tanya Anjas
“ Pokoknya lu kenal dah
njas “ jawab Nisrina
“ Iya orang lu satu sd
kok” kataku
“ Iya apa ??” tanya Anjas
“ Udalah siapa namanya
??” Tanya Gilang
“ Namanya Rey” jawabku
“ Ohitu, kalau Rey mah
tau” kata Anjas
“ Iya tapi lu jangan
bilang siapa-siapa ya, ah jadi malu kan gue” jawabku
Keesokan harinya sepulang
MMQ, Aku, Alma, Tika, Dara, dan Rima, bermain kerumah Dara, untuk menghilangkan
rasa jenuh. Sesampai disana tiba-tiba Alma ngebajak handphone ku, dan Blackberry Messenger (BBM) ke Rey. Alma
bilang kalau sebenarnya aku suka pada Rey, tetapi Rey justru membuat aku sakit
hati. Dan Alma sempat marah kepada Rey, tetapi kata Rey itu hanya bercanda. Ada
yang lebih sakit hati, ketika Alma dan Rey BBMan. Alma bilang BBM Rey tidak
penting dan tidak ingin membalas, tetapi ketika aku meminjam handphone Alma dan
membuka BBM nya, ternyata Alma bohong padaku, mereka malah asik BBMan. Dari
situ aku kesel, dan geram, aku gak habis pikir Alma tega sekali padaku, padahal
aku kan sahabatnya. Aku pokoknya udah bete lah, dan aku memutuskan untuk pulang
dengan fake smile. Dan Alma heran
dengan ku.
****
“ Smile Deb Smile, tuh kan
kamu marah ya padaku, aku merasa bersalah padamu, maafin ya. Lagi pula kata
Rey, dia itu hanya bercanda kok” jelas Alma.
“ Hmm, iya kali taudeh”
jawabku dengan perasaan kesal
“ Ah tuh kan kamu marah,
aku jadi merasa bersalah kan” kata Alma
“ Udahlah itu bukan
salahmu kok” jelasku
“ Duhh emang ya tuh si
Rey, minta di Tampar!” kata Alma
Keesokan harinya, aku
bertemu dengan Dara disekolah, ia ternyata tau dengan masalah ku kemarin, dan
ia tau masalah itu dari sahabatku Alma. Padahal aku mencoba untuk melupakan
masalah kemarin dengan Rey, eh malah diinget kembali, dan tega sekali Alma
menceritakan masalahku ke Dara.
****
“ Hey Deb, Rey tega
banget ya sama kamu” kata Dara
“ Hah? Kamu tau masalah
itu? Dari siapa ? “ tanyaku dan membuatku kaget
“ Dari Alma” jelas Dara
“ Dari Alma? Serius? Kok
dia tega sih ngasih tau masalah buruk ku ke kamu. Terus yang tau siapa aja?”
tanyaku
“ Gatau ya Deb, tapi yang
tau sih aku saja” jawab Dara
“ Serius? Yaampun kok
Alma tega ya ngasih tau hal itu padamu?” tanyaku
“ Gatau deh Deb, yaudah
deh aku duluan ya” kata Dara
“ Iya oke” jawabku
Aku tidak habis pikir,
tega ya Alma memberitahu hal itu ke Dara. Seharusnya hanya dia saja yang tahu,
dan gak sampai semua orang tahu. Malemnya aku BBM Alma dengan perasaan kesal
dan geram
******
“ Eh Al, kenapa kamu tega
kasih tau hal tadi. Emang perlu ya Dara tau hal itu? Kenapa gak sekalian saja
semua orang tau? tega kamu Al, aku benci sama kamu Al !” Jelasku di BMM
>>> Tidak lama kemudian Alma
membalas <<<
“
Deb aku tidak bermaksud seperti itu, aku tau kamu pasti marah padaku, kalau
kamu marah gapapa marah saja. Aku minta maaf padamu Dis. Allah saja maha
pengampun, masa kamu tidak sih? Please lah maafin aku” jawab Alma
“
Tetapi kenapa kamu tega sih Al? Aku bingung sama kamu. Tujuan kamu memberitahu
hal itu ke Dara apasih? “ tanyaku
“
Aku tidak ada tujuan apa-apa Deb, Deb maafin aku Dis. Aku tahu aku salah,
please lah maafin aku” jawab Alma
“
Hmm. Iya aku maafin kamu Al” jelasku
“
yeyy.. makasih ya Deb makasih...” kata Alma
“
Iya Al sama-sama” jawabku
Akhirnya semua masalah
itu pun telah selesai. Besoknya disekolah aku bertemu dengan Alma, dan kami
saling senyum, dan masalah itu pun telah selesai. Tetapi sampai saat ini, aku belum bisa melupakan Rey dari pikiranku,
aku bingung kenapa aku belum bisa melupakan dia? tetapi, sudahlah biarkan
perasaan itu hilang dengan sendirinya, dan intinya sampai saat ini aku Sulit Melupakanmu.
-TAMAT-
Hiks Hiks Hiks, ceritanya menghayutkan :)) :D
BalasHapus